Page 15 - Berita Karmel Desember 2025
P. 15
dan keindahan bagi dunia ini. Inilah panggilan kita: untuk merawat
ciptaan Tuhan, menghargai apa yang kecil, dan menemukan esensi
sejati hidup dalam kesetiaan sehari-hari.
Pagelaran Wayang Pawarta
"Lahirnya Sang Mesias"
Fr. F.X. Edo Valentino, O.Carm
“Holobis kuntul baris… Holobis kuntul baris…”, demikian
dinyanyikan berulang-ulang tembang berjudul “Gugur Gunung”,
di malam itu. Seruan serempak itu menggaungkan semboyan Jawa,
mengandung makna kekompakan dan kebersamaan untuk mewujudkan
tujuan bersama, dengan gotong royong, kerja keras, dan solidaritas
sosial. Disambung beberapa tembang lainnya, diiringi gamelan Jawa
yang bertalu-talu membuat suasana malam menjadi semakin semarak.
Acara itu yang terjadi 27 Desember 2025 di halaman depan Kapel Stasi
St. Theresia Lisieux, Gempol-Margabhakti, Malang, di mana diadakan
pagelaran wayang dalam rangka merayakan Hari Natal.
Mahiyang
“Ing sonten meniko kita badhe mirsani pagelaran ringgit, sekedik
ringgit purwo lan ingkang kaping kalih ringgit pawarto. Ringgit utawi
wayang meniko kangge kita sedoyo tiyang Jawi lan masyarakat Indonesia
ndadosaken mboten namung kangge
tontonan, nanging ugi tuntunan”, (Sore ini,
kita akan menyaksikan pagelaran wayang,
sedikit wayang purwo, lalu yang lainnya
wayang pewartaan. Pagelaran wayang
ini bagi kita orang Jawa dan masyarakat
Indonesia bukan hanya sebuah tontonan,
namun lebih menjadi tuntunan), demikian
kalimat awal dalam sambutan pembukaan
yang dibawakan Rm. Ignasius Budiono.
Selanjutnya, beliau meneruskan dengan sedikit pemahaman teologis
pagelaran wayang kepada para tamu undangan dan penonton yang
Berita Karmel Edisi Desember 2025 | 12

