Page 12 - Berita Karmel Desember 2025
P. 12

Kunang-Kunang, Polusi Cahaya
                   dan Spiritualitas Karmel


                       Rm. Agung Max. Wahyudianto, O.Carm
           Pernahkah kita menyadari bahwa kunang-kunang semakin jarang
        terlihat? Serangga kecil yang dulu sering menghiasi malam dengan
        cahayanya yang indah kini hampir menghilang, bahkan di daerah pedesaan.
        Padahal, kunang-kunang bukan sekadar simbol romantisme malam, tetapi
        juga  bagian  penting  dari  ekosistem  yang  menopang  keberlangsungan
        alam. Kehilangan kunang-kunang adalah tanda bahwa ada sesuatu yang
        salah dalam cara kita memperlakukan dunia di sekitar kita.

           Salah  satu  penyebab  utama  menurunnya  populasi  kunang-kunang
        adalah polusi cahaya, yang sering kali dianggap sebagai salah satu hasil
        modernitas yang paling berguna. Lampu-lampu di jalan, gedung, atau
        rumah memang menerangi malam, tetapi tanpa disadari, cahaya buatan
        ini mengganggu kehidupan kunang-
        kunang. Bagi kunang-kunang, cahaya
        bukan sekadar keindahan, tetapi bahasa
        utama mereka untuk berkomunikasi,
        mencari pasangan, dan melanjutkan
        generasi. Polusi cahaya mengaburkan
        bahasa mereka, membuat komunikasi
        menjadi terganggu, dan pada akhirnya,
        merusak proses reproduksi mereka.
           Namun, di balik hilangnya kunang-kunang, ada pelajaran yang lebih
        besar  untuk  direnungkan:  kita sering kali tidak menyadari dampak
        tindakan kita terhadap apa yang dianggap kecil, tidak berguna, atau
        remeh dalam skala kepentingan manusia. Kunang-kunang, dengan
        ukurannya yang kecil dan manfaatnya yang tidak terlihat langsung,
        menjadi korban mentalitas modern yang cenderung mengorbankan hal-
        hal kecil demi apa yang dianggap “lebih penting”.
        Kunang-Kunang dan Mentalitas Mengorbankan yang Kecil
           Ketidaksadaran manusia terhadap nasib kunang-kunang adalah
        simbol dari cara kita sering memandang dunia. Kunang-kunang tidak
        terlihat “berguna” dibandingkan dengan kebutuhan manusia akan



        9  |  Berita Karmel Edisi Desember 2025
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17